Dikira Biawak, Ternyata Ular Sanca Raksasa Muncul di Permukiman Warga Surabaya
- Feb 10, 2026
- Abdul Hakim Amrudin
Musim hujan yang terus mengguyur Kota Surabaya dalam beberapa pekan terakhir menyebabkan meningkatnya genangan air di sejumlah wilayah permukiman. Curah hujan yang tinggi membuat saluran air dan selokan meluap, sehingga memicu kemunculan hewan liar ke lingkungan warga, salah satunya ular.
Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat malam sekitar pukul 20.00 WIB di Jalan Tambak Segaran Gang VII, RT 07 RW 03, Kelurahan Tambak Rejo, Kecamatan Simokerto, Surabaya. Warga setempat dikejutkan dengan ditemukannya seekor ular sanca berukuran besar dengan panjang sekitar lima meter yang bersembunyi di dalam selokan.
Kejadian bermula saat sejumlah anak-anak tengah bermain di sekitar selokan yang tergenang air. Tiba-tiba, mereka mendengar suara seperti hewan yang bergerak cepat. Awalnya, suara tersebut dikira berasal dari nyambik atau biawak. Karena penasaran, anak-anak mengikuti arah suara tersebut hingga akhirnya menyadari bahwa hewan yang muncul bukanlah biawak, melainkan seekor ular besar.
Sontak, anak-anak tersebut berlari ketakutan dan segera memanggil warga sekitar. Warga yang datang ke lokasi pun terkejut saat melihat bagian ekor ular yang tampak keluar dari dalam selokan. Menyadari potensi bahaya, warga kemudian berinisiatif melakukan evakuasi secara gotong royong.
Proses evakuasi berlangsung cukup lama mengingat ukuran ular yang besar serta kondisi selokan yang licin dan masih tergenang air. Dengan peralatan seadanya, warga saling bahu-membahu menarik ular tersebut hingga akhirnya berhasil dikeluarkan dan diamankan.
Salah satu tokoh masyarakat setempat yang enggan disebutkan namanya mengingatkan agar kejadian ini menjadi perhatian bersama, terutama di tengah cuaca ekstrem seperti saat ini.
“Musim hujan rawan membuat binatang liar keluar dari habitatnya untuk mencari makan atau tempat yang lebih kering. Terlebih di lingkungan yang sering tergenang air, warga harus lebih waspada,” ujarnya.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk lebih memperhatikan kebersihan lingkungan, khususnya saluran air dan selokan, serta mengawasi aktivitas anak-anak agar tidak bermain di area yang berisiko.
“Pastikan selokan tertutup, jangan biarkan anak-anak bermain di genangan air, dan segera laporkan kepada pihak berwenang jika menemukan hewan liar. Jangan mencoba menangani sendiri jika kondisinya membahayakan,” tambahnya.
Melalui kejadian ini, masyarakat diharapkan dapat meningkatkan kewaspadaan, menjaga kebersihan lingkungan, serta memperkuat kerja sama antarwarga dalam menghadapi potensi bahaya selama musim hujan. Dengan kepedulian dan kesiapsiagaan bersama, diharapkan Kota Surabaya tetap aman, nyaman, dan kondusif meskipun cuaca masih belum menentu.
(Cak Kiem)